Text
Adat Minangkabau dan Merantau Dalam Perspektif Sejarah = Matriliny and migration : evolving Minangkabau traditions in Indonesia
Orang Minangkabau yang berasal dari daerah pegunungan di Sumatera bagian barat sudah lama menjadi jalinan paradoks bagi orang luar. Orang-orang Minangkabau yang sangat percaya pada Islam - agama yang berorientasi sebagian - adalah salah satu dari sedikit kelompok matrilineal yang tersisa di dunia. Orang-orang yang berpendidikan dan giat, mereka terus menjunjung tinggi sistem kekerabatan yang tampaknya kuno. Mereka selalu sangat mobile, namun identitas etnis mereka yang kuat berakar di tanah air mereka. Berfokus pada matrilini Minangkabau dan kaitannya dengan migrasi, Tsuyoshi Kato telah menulis studi yang komprehensif dan otoritatif tentang masyarakat, sejarah, dan tradisi masyarakat yang kompleks ini. Kajian tentang Minangkabau sejak pertengahan abad ke-19 sering menunjukkan bahwa matrilini membuka jalan bagi sistem bilateral atau bahkan cenderung patrilineal. Kato, bagaimanapun, menegaskan bahwa sistem matrilineal bertahan, karena mobilitas Minangkabau. Menjelajahi evolusi matriliny sebagai respons terhadap perubahan zaman, ia mempelajari alasan ketahanan tradisi tersebut. Kato mengadopsi pendekatan historis, mengklaim bahwa analisis statis hanya dapat menangkap sebagian - atau bagian yang tampaknya bertentangan - dari budaya yang kompleks dan berubah. Dia meneliti berbagai jenis migrasi yang mencirikan tiga periode sejarah yang berbeda: segmentasi desa - migrasi untuk mendirikan pemukiman baru - yang terjadi hingga pertengahan abad kesembilan belas; migrasi peredaran darah ke kota-kota kecil dan pasar oleh laki-laki individu, ciri khas periode dari akhir abad kesembilan belas hingga 1930-an; dan migrasi Cina yang lebih permanen, di mana keluarga inti meninggalkan desa menuju kota-kota besar, sebuah pola yang berlanjut hingga hari ini. Kato mendasarkan analisisnya pada kerja lapangannya yang ekstensif di Sumatera dan pada beragam bukti seperti data sensus terbaru dan peribahasa serta legenda Minangkabau. Matriliny and Migration, yang kini dihidupkan kembali sebagai bagian dari seri Indonesia Klasik Equinox Publishing, adalah kisah seimbang tentang perubahan dan kontinuitas dalam masyarakat. Ini akan menarik bagi pembaca yang tertarik pada Asia Tenggara dan sosiolog dan antropolog yang mempelajari keluarga, urbanisasi, mobilitas, dan pertanyaan tentang identitas etnis. TSUYOSHI KATO menerima gelar PhD dari Cornell University. Dia mengajar di Universitas Sophia, Tokyo, dari tahun 1977-1979, ketika dia bergabung dengan fakultas Universitas Kyoto.
Tidak tersedia versi lain