Text
Kumpulan cerita pendek: rumah malam di mata ibu
Apakah cerita dalam kumpulan ini layak dikenang? Saya tidak tahu, yang jelas saya hanya mencoba mencatatnya. Setiap kali kondisi terkini datang, bersama tumpang-tindihnya berita yang kata Juwendra Asdiansyah, penuh dengan anyir darah. Peristiwa-peristiwa itu mendadak jadi sebuah janin yang bergelayut di rongga kepala saya, menghantui saya. Setidaknya saya berusaha untuk tidak memberikan petuah-petuah semacam khotbah, dan saya juga berusaha untuk tidak mengakhirinya dengan solusi yang bermakna. Jadinya, saya paparkan saja realitas itu, di mana kecamuk emosi saya larut di dalamnya. Saya ingat Sutardji Calzoum Bachri, yang bilang bahwa, “Menulis karya sastra itu adalah membuat tulisan di atas tulisan. Ketika seluruh imajinasi hidup dan berbinar. Meski pada kenyataannya, realitas yang terkini hadir bagai tak terperikan lagi oleh imajinasi tersebut.”
Tidak tersedia versi lain